1 2

Kapuk Naga Indah

Proyek pengembangan lahan Kapuk Naga Indah terdiri dari konstruksi tiga pulau buatan dengan total luas bidang sekitar 800 ha di sebelah utara Jakarta, di Teluk Jakarta.

Batas utara ketiga pulau tersebut berada pada kedalaman air 8 meter Ketiga pulau tersebut akan dibangun sebagai polder di atas lapisan tanah bawah yang sangat lunak di teluk ini. Polder adalah daerah dataran rendah yang dikelilingi oleh tanggul dengan sistem drainase yang terdiri dari saluran air permukaan dan bawah permukaan, kolam penampung dan sistem pompa. Proyek ini terdiri dari reklamasi pasir sebanyak 50.000.000 m3 untuk konstruksi tanggul dan daerah polder. Tanggul tersebut dilindungi oleh beberapa lapis batuan untuk menjamin umur pakai sekurang-kurangnya 50 tahun. Tinggi permukaan tanah di ketiga polder ini akan setara dengan tinggi permukaan laut, sedangkan tanggul dibangun hingga tinggi permukaan antara 3 dan 6 meter di atas permukaan laut.

Proyek pengembangan lahan Kapuk Naga Indah merupakan bagian dari program pengembangan lahan lebih besar yang membentang di sepanjang pesisir Jakarta ke arah barat, di sebelah utara Banten. Witteveen+Bos dilibatkan dalam program pengembangan lahan untuk Jakarta Utara selama hampir 25 tahun.

Layanan untuk pengembangan Kapuk Naga Indah terdiri dari studi pemodelan untuk menentukan dampak hidraulik dan morfologis, logistik pasir dan dampak tsunami. Desain konseptual dan rinci telah dibuat untuk ketiga pulau tersebut. Untuk pulau 2A dokumen tender telah disusun. Klien dibantu dengan prosedur tender, dengan evaluasi penawaran dan rapat klarifikasi dengan calon kontraktor. Konstruksinya diharapkan akan dimulai pada pertengahan 2011.

Studi dampak hidraulik dan morfologis berfokus pada efek konstruksi pulau tersebut pada arus keluar sungai dan kanal yang dekat dengan bakal pulau tersebut. Arus keluar sungai dan kanal ini tidak boleh terhalang oleh pembangunan baru, yang disebut efek backwater. Selain itu, perhitungan dilakukan terhadap kemungkinan sedimentasi dan erosi di dekat ketiga pulau tersebut.

Studi pasir (logistik) dilakukan untuk menentukan dampaknya pada waktu, biaya dan kualitas berbagai kemungkinan daerah pinjaman pasir yang akan digunakan untuk pekerjaan reklamasi. Studi tsunami dilakukan untuk menentukan kemungkinan dan dampak gelombang tsunami yang tiba di lokasi KNI. Asal (lokasi dan sumber) dan besaran gempa bumi, gelombang tsunami yang dihasilkan dan perkembangan gelombang dari lokasi sumber ke lokasi proyek ditentukan dan dibuat modelnya, untuk mengetahui apakah dan tindakan macam apa yang harus diambil untuk melindungi pembangunan terhadap fenomena ini.