1 2 3

Pertahanan Laut Aceh

Tsunami tanggal 26 Desember 2004 di Indonesia memiliki dampak yang menghancurkan pada Aceh. Lebih dari 160.000 orang kehilangan nyawanya dan lebih dari 500.000 orang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian. Sebagian besar infrastruktur yang terletak di zona dampak benar-benar hilang, termasuk rumah, jalan, sekolah, klinik dan bangunan umum.

Sebagai reaksinya, Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi untuk Aceh dan Nias dibentuk untuk membantu pemerintah daerah dalam mengkoordinasikan dan memfasilitasi pemulihan.

Sea Defence Consultants

Sebagai bagian dari Sea Defence Consultants, tujuan pengembangan utama kami adalah untuk menempatkan strategi pertahanan laut, penanggulangan banjir, infrastruktur melarikan diri dan sistem peringatan dini, terkait dengan sistem peringatan dini nasional (EWS ), dan untuk membuat desain rinci sistem tersebut.

Proyek Pertahanan Laut terdiri dari komponen sebagai berikut:

  • perlindungan pesisir
  • penanggulangan banjir dan drainase perkotaan
  • sistem peringatan dini dan fasilitas melarikan diri
  • Pengelolaan Air Daerah Tangkapan termasuk Pengelolaan Risiko Banjir
  • sanitasi perkotaan, yang meniru Program Sektor Sanitasi Indonesia (ISSDP) nasional
  • Pembuktian Perubahan Iklim dari pekerjaan yang direncanakan

Pendekatan terhadap banyak pemangku kepentingan

Dalam proyek ini kami bekerja sama erat dengan berbagai organisasi dan institusi lokal dan internasional seperti Pusat Riset Tsunami & Mitigasi Bencana (sebagai bagian dari Universitas Syiah Kuala), Palang Merah Indonesia dan LSM lain.